Makanan Lezat dan Renyah dengan Teknik Deep Frying

Oleh Bu Molly 31 Juli 2018

Apa yang biasanya Moms lakukan jika si kecil tidak mau makan makanan rumah? Ada yang mengajaknya makan di teras rumah, bermain sepeda keliling lingkungan perumahan, hingga memesan menu ayam goreng tepung di restoran cepat saji. Nah, bagi Moms yang sering menggunakan “solusi” terakhir, mungkin sudah tidak asing lagi dengan rasa lezat dan renyahnya ayam goreng tepung buatan restoran siap saji, kan? Sebenarnya kita bisa, lho, membuatnya di rumah.

Untuk membuat ayam goreng tepung yang renyah memang membutuhkan beberapa tips supaya berhasil. Salah satu kunci suksesnya adalah dengan teknik deep frying. Apa itu deep frying? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini.

Deep frying adalah teknik menggoreng dengan minyak banyak sehingga makanan akan terendam sepenuhnya. Suhunya pun harus tepat, tergantung dari makanan apa yang akan digoreng. Dengan deep frying, makanan yang Moms goreng pun akan matang merata tiap sisinya hingga ke bagian dalam.

Untuk melakukan teknik ini, biasanya dibutuhkan alat khusus yaitu deep fryer. Bentuknya seperti panci persegi panjang dan di dalamnya ada saringan berbentuk sama. Jadi ketika makanan matang, Moms tinggal mengangkat saringan tersebut. Hampir semua restoran siap saji memiliki deep fryer seperti ini untuk menggoreng ayam tepung, kentang, tempura, dan lainnya.

Bagaimana jika tidak ada deep fryer?

Tenang saja, walaupun Moms tidak mempunyai deep fryer, tetap bisa kok menggoreng dengan cara deep frying. Gunakan saja panci yang disesuaikan dengan jumlah makanan yang akan Moms goreng. Karena jika makanannya terlalu besar atau banyak tapi pancinya kecil, dikhawatirkan minyak akan terciprat keluar. Minyak pun sebaiknya tidak melebihi setengah panci agar aman saat menggoreng.

Selain panci, ada beberapa hal lagi yang perlu Moms perhatikan sebelum mulai menggoreng dengan cara deep frying. Apa saja?

Gunakan minyak yang tepat

Pemilihan minyak yang tepat memengaruhi kualitas makanan, lho, Moms. Pilih minyak dengan titik asap tinggi misalnya minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit seperti Bimoli memiliki titik asap yang tinggi dan bisa digunakan hingga 180 derajat Celsius. Mengapa tidak disarankan minyak zaitun? Karena minyak zaitun memiliki titik asap rendah, jadi ketika dipanaskan, kandungan nutrisinya akan hilang. Jangan lupa untuk selalu menggunakan minyak baru, ya, Moms. Karena aroma minyak yang sudah beberapa kali dipakai akan memengaruhi rasa masakan.

Keringkan bahan makanan

Sering menggoreng makanan dan terpercik minyak panas? Itu tandanya ada kandungan air di dalamnya. Sebaiknya, keringkan terlebih dahulu bahan makanan yang akan Moms goreng. Untuk makanan yang dibaluri tepung, cenderung lebih aman dari percikan minyak. Tapi jika makanan yang Moms goreng adalah keripik kentang, pastikan dalam keadaan tidak basah. Taruh kentang di atas tisu dapur untuk mengurangi kadar air di dalamnya.

Jangan memasukkan makanan terlalu banyak

Biasanya kita sering memasukkan makanan terlalu banyak supaya proses penggorengan cepat selesai. Ternyata hal ini bisa membuat masakan tidak matang sempurna. Inginnya renyah, tapi justru lembek karena kurang matang.

Jangan melempar makanan dari kejauhan

Hal ini masih sering terjadi karena takut terciprat minyak. Padahal yang terjadi justru minyak panas akan memercik lebih banyak, bahkan bisa sampai kaki. Nah supaya proses menggoreng dengan deep frying ini sukses, masukkan bahan makanan dari pinggir wajan atau deep fryer. Jika masih ragu, gunakan pencapit atau spatula panjang agar lebih aman.

comments powered by Disqus