Pahami 5 Teknik Menggoreng Ala Chef Berikut

Oleh Bu Molly 31 Juli 2018

Hampir semua orang Indonesia menyukai makanan yang digoreng. Bagaimana tidak, Moms, kerenyahan dan rasa lezat dari makanan berminyak ini nyatanya mampu membangkitkan selera makan.

Ingat saat bulan puasa kemarin? Siapa yang tidak tergugah dengan aneka macam gorengan seperti bakwan, tempe, tahu, risoles, dan sejenisnya? Karena rasanya yang gurih, renyah, juga praktis dibawa ke mana saja, gorengan pun menjadi primadona menggeser kolak pisang sebagai takjil favorit. Tidak hanya takjil, makanan yang digoreng pun dapat memikat anak-anak yang sulit makan. Ketika anak-anak tidak mau makan nasi, maka kentang goreng pun dapat dijadikan andalan. Atau ketika mereka bosan dengan makanan rumahan seperti sup sayuran, ayam goreng tepung dapat dijadikan menu pilihan.

Menggoreng memang menjadi pilihan para ibu untuk menyajikan menu sehari-hari. Tapi, tahukah Moms bahwa ada beberapa jenis teknik menggoreng? Teknik ini dibagi-bagi berdasarkan jumlah minyak yang digunakan saat menggoreng. Ada apa saja? Simak yuk, Moms!

1. Saute (tumis)

Kata “sauté” berasal dari bahasa Perancis yang berarti melompat. Sauté sendiri bermakna memasak makanan yang berukuran kecil dari api sedang menuju api besar hingga berwarna kecokelatan. Dengan sedikit minyak, makanan diaduk dengan spatula atau wajan digoyang-goyangkan supaya matangnya merata. Cara ini biasanya digunakan untuk membuat sayuran tumis, ayam, udang, atau daging yang telah dipotong kecil-kecil. Bagi Moms yang ingin membuat makanan dengan sedikit minyak, gunakan teknik sauté ini.

2. Pan fry

Pan fry mirip seperti sauté, yaitu menggunakan minyak yang sedikit dan biasanya hanya melumasi wajan. Apa yang membedakannya? Makanan yang dimasak dengan teknik pan fry biasanya berukuran lebih besar jadi perlu dibalik sesekali supaya matangnya merata. Api yang dipakai pun lebih kecil dibanding dengan sauté agar makanannya tidak terlalu matang di bagian luar. Makanan yang biasanya dimasak dengan teknik pan fry ini adalah steak, dada ayam, burger, atau fillet ikan.

3. Stir frying

Sama seperti pan fry, stir frying ini juga mirip dengan saute. Bedanya, teknik ini menggunakan suhu yang tinggi dengan minyak yang lebih banyak. Moms pernah berkunjung ke dapur restoran Cina? Nah, di sana mereka biasanya menggunakan teknik ini dengan memakai wajan wok untuk memasak hidangan Cina seperti ayam, daging, dan bahan lainnya. Untuk hidangan yang menggunakan alkohol, para chef akan memiringkan sedikit wajan wok-nya untuk membakar dan menciptakan api di atas masakan. Selain itu, teknik stir fry juga bisa digunakan untuk setengah mengukus makanan, seperti potsticker atau Chinese dumpling. Setelah dumpling ditumis sebentar, air dimasukkan ke dalam wok lalu ditutup agar terjadi pengukusan. Dumpling pun akan terasa renyah sekaligus lembut.

4. Shallow frying

Mungkin ada Moms yang baru pertama kali mendengar istilah shallow frying ini. Tanpa disadari, sebenarnya banyak resep yang menggunakan teknik menggoreng ini, kok. Shallow frying menggunakan minyak sebanyak sepertiga atau setengah dari makanan. Biasanya, teknik ini digunakan untuk menggoreng ikan, daging, perkedel kentang, dan gorengan lainnya. Biasanya minyak goreng yang dipakai hanya sekali saja, sisanya langsung dibuang. Shallow frying bisa Moms gunakan untuk menggoreng makanan yang dilapisi tepung terlebih dahulu seperti fish and chips.

5. Deep frying

Teknik menggoreng yang menggunakan minyak paling banyak adalah deep frying. Makanan yang digoreng akan terendam oleh minyak panas sehingga matangnya merata. Untuk menggunakan teknik ini, Moms perlu minyak yang tahan panas dan memiliki titik asap tinggi seperti minyak kelapa sawit. Untuk itu, gunakan Bimoli yang tahan panas hingga 180 derajat Celsius. Walaupun telah dipanaskan pada suhu tinggi, kandungan Omega 9 di dalam Bimoli tetap ada lho, Moms.

Teknik menggoreng mana yang menjadi favorit Moms?

comments powered by Disqus